Senin, 12 Maret 2012

sabar

Mungkin setiap orang memiliki masalah. Masalah adalah salah satu cara tuhan untuk menunjukan kasih sayangnya. Dengan adanya masalah kita dapat lebih dekat dengan sang pencipta. Curhat yang paling pun pada sang yang punya kita yaitu ALLAH SWT. Kita dapat berkeluh kesah menceritakan apa yang terjadi.
Saat ini mungkin tahun yang berat bagi aku dan keluarga. Gimana setiap hari kita harus dimusuhin oleh tetangga sekitar yang sengaja menghasut orang lain untuk memusuhi kita dan disindir-sindir. I know, aku bukan orang kaya seperti orang yang sedang dekat dengan kalian. Tapi semua ada saatnya. Ga selamanya kalian diatas. Ke kayaan bukan segalanya. Coba kalian pikir apa ga malu punya anak yang gagal dalam pendidikan?bahkan SD aja ga tamat. Apa yang mau kalian banggain?
begitu miris hati aku ketika melihat mama harus meneteskan air mata hanya karena kalian.tapi aku selalu coba buat jadi penguat dikeluarga.aku anak tertua,aku yang harus ada didepan dalam keluarga.
aku bakal buktiin ke kalian suatu saat aku bisa sukses..allah bersama ku.

Minggu, 11 Maret 2012

cinta atau keluarga

Kalo udah ngomongin cinta pasti ga ada habisnya. Tapi kalo udah menyangkut cinta dan keluarga itu dua sisi yang berbeda. Aku dilahirkan dikeluarga yang sederhana. Ayah hanya seorang kurir biasa dan mama, ibu rumah tangga. Dari kecil aku di didik untuk bisa sukses dan membahagiakan orang tua. Alhamdulillah aku dapat membanggakan orang tua dan keluarga karna bisa melanjutkan kuliah di Universitas Negeri Jakarta. Di keluarga ayah,cuma 2 orang tante ku yang bisa kuliah.itu pun swasta. Sedangkan dipihak ibu,cuma bude aja yang sukses jadi guru. Oleh karena itu,aku yang diharapkan bisa menjadi panutan dikeluarga ku untuk mengangkat derajat keluarga.
Saat ini aku memiliki seseorang yang berarti diluar keluarga. Dia sosok yang perhatian,baik,tanggung jawab. Kita pun sudah memiliki tujuan bersama. Kali ini pun saya dipertemukan kembali setelah 1,5 bulan pergi dari hidupnya. Awalnya si agak bingung untuk melanjutkan kembali dengannya. Karena saya tau kita ga akan mungkin bersatu.
Adi sangat sederhana dan mengerti aku apa adanya. ya mungkin alesan kenapa keluarga ga bisa nerima dya karena adi ga kuliah. Keluarga mengharapakn aku dapat yang setara.ya minimalnya D3. Sedangkan adi?dia hanya orang biasa dan kerjaannya pun cukup untuk dirinya sendiri. Tapi saya selalu memotivasi kalo dia bisa sukses, dia bisa buat saya bahagia. Buktinya dia sedikit demi sedikit berubah dari sikapnya yang dulu cuek ga bertanggung jawab atas dirinya dan masa depan. Kini,kita sama-sama membangun semua dari awal untuk mewujudkan impian kita.
Saya tau pilihan orang tua pasti baik,tapi saya lebih yakin dengan pilihan saya kalo adi yang terbaik. Dia bisa jadi pacar atau sahabat. Dia lebih dari apapun.